Rabu, 15 Februari 2012

POTRET KEHIDUPAN MASYARAKAT INDONESIA


POTRET KEHIDUPAN RAKYAT DI INDONESIA

Foto – foto khas dari sebuah identitas bernama 'Indonesia' dengan segala keunikannya yang tidak ada bandingannya dengan negara lain di dunia.

Ini adalah wajah khas Indonesia yang banyak orang tidak menduga dan membayangkannya. Sebuah suguhan kultural yang menarik dan nikmat dipandang. Selamat menikmati.



1.Anak Jalanan

Ini juga khas Indonesia, setidaknya saya tidak pernah menemukan atau nonton di TV luar negeri, anak-anak dibawah umur mengemis di setiap stopan jalan. Keluarga miskin yang tidak diurus oleh negara sebagaimana diamanatkan UUD 1945, memanfaatkan anak-anaknya mengemis. Dinas sosial tidak kelihatan geraknya.

Cara mengemis nampaknya adalah khas Indonesia. Kesulitan bertahan hidup membuat mereka kemana saja bergerak untuk bisa makan dan banyak dari mereka yang menjadikannya profesi.





2.Tempat Tinggal (The Kuw Muh Elite Village)

Ini khas pemukiman elite Indonesia yang disebut kawasan "The Kuw Muh Elite Village." Tidak elite gimana, adanya di pusat kota metropolitan Jakarta. Disamping komplek elite ini adalah gedung-gedung menjulang tinggi, kapitalisme mengangkang penuh keangkuhan, hutan beton yang keras dan individualisme yang takabur.

Sekelompok manusia yang nekat hidup di tengah keangkuhan itu akhirnya harus hidup dimana saja yang penting bisa tidur.

Di kota-kota besar Indonesia menghadapi problem rumit soal urbanisasi yang tidak diatur ini.


3.Mobil Mewah (Transportasi Dunia Keempat)


Angkot Benar-Benar Makhluk Khas Indonesia,

Ciri-Cirinya Adalah:

(1) Berhenti Dan Belok Semau Gue, Alias Dimana Aja, Termasuk Di Bawa Pulang.
(2) Orang-Orang Merokok Bebas Didalamnya Yang Sempit Itu.
(3) Dan Yang Terbaru, Pengamen. Karena Lahan Ngamen Sudah Semakin Sempit, Angkot Pun Akhirnya Dipake Ngamen Juga. Kebanyakan Asal Genjreng, Lagu Kemana Musik Kemana, Dan Seperti Foto Diatas Nyanyinya Keluar Lagi, Jadi Bukan Untuk Diperdengarkan Kepada Hadirin Penumpang Mercedes Rakyat Itu.


 

4.Tamu Setia (Tamu Sangat Pasti)

Inilah tamu setia dan sangat pasti yang khas datang ke Indonesia setiap musim hujan. Tidak khas gimana, musim kering air surut, musim hujan pasti…pasti… dan pasti banjir.

Gituu.. aja terus sepanjang tahun, Akibat pembangunan yang tidak terencana, semrawut dan tidak dikendalikan, begitulah hasilnya. Di negara lain, ada juga dong banjir, tapi umumnya tidak terduga, misalnya karena badai topan dsb. Tapi indahnya Indonesia, banjir itu rutin alias selalu always. Tidak oleh badai, tapi oleh kekhasan Indonesia saja. Kalau musim hujan datang, haqqul yakin, pasti banyak banjir dimana-mana. Jangan tanya pemerintahlah, kesalahkaprahan pembangunan pemukiman sudah sangat parah. 



5. Kuli Hebat (Bawaan Tanpa Perhitungan)

Hanya di Indonesia, ada sepeda motor, becak atau orang jualan yang barangnya "menjulang tinggi ke angkasa" hingga menutupi pengendaranya.

Atau, bawaannya tidak seimbang dengan pengendara dan Polisi tidak menegurnya atau menilangnya. Tidak ada keketatan di jalan raya di Indonesia demi keselamatan penumpang. Pedagang juga sama. Seperti foto diatas, barang-barang setoko dimasukin semuanya ke roda dagangannya.



6.Gotong Royong (Berdesakan)

Di Indonesia, budaya antri adalah sangat mahal, karena mahal dan jarang ditemukan ketertiban berantri, jadinya ya khas Indonesia. Antri baru hanya ada di lembaga-lembaga modern seperti bank, kantor-kantor pemerintah dan swasta, kampus dll.

Itu hanya pemandangan kecil di wilayah perkotaan, sedangkan kota-kota hanyalah titik-titik di negara besar Indonesia. Umumnya, di masyarakat terutama di pedesaan dan wilayah urban (desa-kota) masih susah dengan budaya antri. Dan ada yang menarik, kalau pun masyarakat kita antri, biasanya badannya sampai bersentuhan bahkan merapat, sesuatu yang tidak ada di negara maju.

Apalagi bila sudah ngantri kebutuhan pokok. Kesadaran rendah, penduduk yang terlalu banyak dan lahan yang sempit semua menyatu menjadi "adonan kekesalan" yang susah untuk di atasi. Kalau Anda, tidak merasakan ini khas Indonesia, coba sekali-kali , jangan diam di kantor mewah dan modern saja, di tempat-tempat yang nyaman saja, sekali-kali ke daerah terminal, ke tempat-tempat berantrian menyatu dengan masyarakat kecil agar merasakan aslinya Indonesia.


7. Motor Atau Mobil (Kuda Besi Yang Liar)
         
Ini yang khas dari kuda Indonesia yang sekarang gak mau makan rumput lagi karena sudah berganti dengan premium maupun solar.

Spesies ini, dari Sabang hingga Merauke, memiliki ciri-ciri yang sama yaitu bergimung seperti lalat, melabrak lampu merah, majunya nyerempet-nyerempet, kalau lagi macet trotoar jadi alternatif, pejalan kaki terkadang diserempet, di rambu lalu lintas bergerombol, dan  terkadang melaju melawan arah.

Karena produksinya tidak diatur, jalur khusus tidak dibuatkan, penegakkan hukum hanya soal tilang lalu polisi dapet duit, pengaturan sepeda motor akhirnya menjadi sangat susah dan rumit untuk rapi dan tertib. Hidup di Indonesia benar-benar merdeka. Hidup Indonesia ….!


 
8. Kitchen (Dapur Yang "Full Memories")

Anda sudah kaya? Jangan melupakan warisan nenek moyang kita ini dong. Inilah kompor khas dan tertua di Indonesia. Di Sunda namanya hawu. Ada gak ya di negara lain? Mungkin ada tapi bentuk dan modelnya beda.

Bagi saya, ini benar-benar khas Indonesia. Melihat kompor alami ini mengingatkan kita ke kampung halaman kita di desa, ke rumah kakek nenek dahulu, ke rumah-rumah orang pedesaan yang nyaman dan tentram.

Rumahnya panggung dan kompornya tungku kayu bakar kayak gini. Bayangin aja, udara lagi dingin-dinginnya, kita duduk di depannya yang hangat di atas tiker bambu, sambil menunggu singkong bakar disitu, nyedot kopi panas yang kentel, rokoknya jarum coklat sambil menikmati dendang lagu-lagu dangdut Rhoma Irama dari radio , Aah indahnya.. Orang kota sekarang jarang pada nyari situasi-situasi alami yang begini.

Makanya, rumah makan di mana-mana, kembali ke desain alami, yang dekat dengan alam seperti kita saksikan di banyak tempat, terutama di Indonesia.

0 komentar:

Poskan Komentar